Analisis Jurnal Softskill

Nama penulis dalam jurnal ini kurang banyak (hanya terdapat satu penulis), penulis tersebut tidak mencantumkan alamat dan email secara lengkap. Hanya terdapat fakultas dan universitasnya saja.

ABSTRAK

Abstrak dalam jurnal ini sudah sesuai dengan kaidah penulisan yang benar yaitu memuat tujuan penelitian, metode penelitian da hasil. Namun terdapat sedikit kekurangan yaitu kurangnya kata kunci didalam abstak tersebut.

PENDAHULUAN

Pendahuluannya sudah sesuai dengan fenomena yang ada. Dan dapat dijelaskan secara padat dan ringkas. Namun kurang mendetail dalam poenjelasan tujuan penelitian tersebut.

TINJAUAN PUSTAKA

Sudah sangat sesuai dengan memasukkan banyak teori dari buku dan sejenisnya dengan mencantumkan nama penulis dan tahun penulisannya. Serta masih dalam ruang lingkup yang sama dengan tema yang dipilih oleh penulis. Selain itu, teori yang terdapat dalam tinjauan pustaka ini sangat lengkap.

METODE PENELITIAN

Metode penelitian sudah memenuhi syarat. Terdapat variabel-variabel yang lengkap untuk meneliti objek sesuai dengan tema yang ada. Dalam dalam metode penelitian ini, dijelaskan dengan teknik apa pengumpulan data dilakukan serta ditambahkan denga adanya hipotesis (dugaan sementara) untuk mendukung kelengkapan metode penelitian.

Hasil dan Pembahasan

Dalam jurnal ini, kurangnya kata-kata hasil dalam judul sub babnya. Namun secara keseluruhannya, hasil dan pembahasan dalam bagian ini sudah sangat bagus. Mencakup semua hasil, serta ditambahnkan hasil dari Ho dan Ha mana yang diterima dan yang ditolak.

Kesimpulan

Jurnal ini kurangnya saran yang bditunjukkan untuk penulis agar dapat mengembangkan penelitiannya secara teoritis dan objektif.

Daftar Pustaka

Dalam penyusunan daftar pustaka di jurnal ini, terdapat ketidakteraturan penulisan daftar pustaka (tidak sesuai abjad)

Leave a Comment

Surat Bahasa Indonesia 2

Kepada,
Ati Harmoni
Dengan adanya surat ini, saya Dwike Agustina Saraswati dari kelas 3EA01 ingin bercerita tentang apa yang akan saya tulis dalam Penulisan Ilmiah (PI).
Pada awalnya, saya lebih tertarik dengan manajemen keuangan dibanding manajemen pemasaran. Mungkin karena dari materi dan dosen yang pernah mengajar mata kuliah manajemen pemasaran kurang dapat memahami, maka saya minim sekali informasi tentang manajemen pemasaran. Beda halnya dengan manajemen keuangan, yang sudah saya terima dari mata kuliah tersebut mulai dari semester 3 dan semester 4 dan ditambah dengan adanya praktikum manajemen keuangan.
Berdasarkan pemikiran diatas, saya memutuskan untuk meneliti mengenai manajemen keuangan khususnya di bidang saham. Tapi saya masih sangat asing dengan penelitian ini. Karena saya belum pernah belajar tentang saham sebelumnya lebih dalam. Saya hanya pernah belajar sesekali tentang saham yang pernah saya dapat di laboratorium manajemen menengah. Dan saya tertarik untuk belajar lebih jauh mengenai saham.
Untuk memperdalam ilmu mengenai saham, saya akan bertanya kepada senior dan membaca melalui internet dan mengenali perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang saham dalam bursa efek jakarta.
Dan sehabis saya mengikuti kursus pasar modal yang dilaksanakan di kampus, saya lebih mengerti mengenai saham dan menerapkan nya dalam kehidupan sehari-hari. Saya dapat belajar banyak hal dari kursus yang telah saya ikuti selama 5 hari kemarin dan semakin yakin dengan pilihan saya mengenai saham untuk Penulisan Ilmiah (PI) nantinya. Lagi pula senior disana juga menyarankan untuk datang ke tempat kursus tersebut apabila saya mengalami kesulitan dalam penulisan.
Saya sangat berharap semuanya berjalan sesuai rencana. Judul yang saya pilih juga akan disetujui oleh dosen pembimbing saya nantinya. Dan semoga Penulisan Ilmiah ini akan menjadi salah satu hasil tulisan ilmiah terbaik yang pernah saya buat. Amin.
Terima kasih.

Leave a Comment

Paragraf Induktif

Paragraf induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir kalimat.

Contoh paragraf induktif :

Jangan pernah belajar dengan menggunakan sistem kebut semalam atau yang biasa disebut dengan SKS. Karena belajar dalam waktu semalam hanya akan membuat otak anda menghafal banyak materi dengan praktis dan cepat. Dan biasanya otak tidak dapat menyerap materi dengan proses yang singkat. Selain itu, perbanyak lah latihan soal-soal dari beberapa sumber referensi. Dari buku-buku atau dari internet. Latihan soal akan membuat otak anda akan berpikir dengan keras untuk menemukan jawabannya. Selain itu dengan seringnya melatih mengerjakan latihan-latihan akan terbiasa untuk mengerjakan soal yang diberikan oleh dosen di perkuliahan.

Selain dengan perbanyak latihan soal, anda juga harus mengulas pelajaran yang anda terima di perkuliahan untuk dibaca atau dikerjakan kembali dirumah untuk mengingat apa saja materi yang telah disampaikan oleh dosen. Itulah beberapa cara belajar yang  efektif untuk meningkatkan nilai selama perkuliahan berlangsung.

Dwike Agustina Saraswati

 

Leave a Comment

Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang memiliki inti kalimat atau kalimat utama di awal paragraf.

Contoh paragraf deduktif :

Beberapa tips agar dapat bangun pagi di setiap harinya. Pasti banyak dari kalian yang mengeluh sulit bangun pagi agar dapat bekerja atau pergi ke kampus tidak terlambat akibat terjebak macet di jalan raya. Dan ini akan saya berikan beberapa tips agar dapat bangun pagi setiap hari sebelum anda memulai kegiatan anda.

Tips pertama, jangan pernah tidur larut malam bila anda memiliki rencana untuk bangun pagi keesokan harinya. Tidur larut malam akan menyebabkan mata masih terasa mengantuk. Tips kedua, pasang alarm dengan menggunakan jam alarm atau melalui ponsel anda. Pasanglah jam yang anda ingin bangun keesokan harinya dengan suara alarm yang besar agar anda dapat mendengar suara alarm tersebut. Dan tips terakhir pada malam hari sebelum anda tidur hendaklah memberi sugesti kepada diri anda sendiri agar dapat bangun pagi. Sugesti itu akan dapat membangunkan diri kita sendiri tanpa adanya alat bantuan seperti alarm.

Itulah beberapa tips dari saya, semoga bermanfaat :D

Dwike Agustina Saraswati

Leave a Comment

Review Jurnal Internasional

Perilaku Petani dalam Membudidayakan Tanaman Lily

Abstak

Dunia tak pernah lepas dari masalah lingkungan dan kesehatan yang semakin membahayakan. Karena itu, saat ini semua orang berlomba-lomba menunjukan kepedulian mereka kepada alam dan lebih cenderung menggunakan obat herbal karena lebih aman dibandingkan dengan obat-obat lain yang lebih mahal harganya dan mempunyai efek samping yang berbahaya.

Organisasi badan kesehatan (WHO) memperkirakan bahwa 80% orang didunia ini telah mengkonsumsi obat tradisional untuk kebutuhan primer mereka. Penelitian ini dilakukan di Dindigul dan Tuticorin distrik Tamil Nadu dengan menggunakan sampel sebanyak 100 petani lily. Mereka diambil dari masing-masing desa dan menggunakan teknik random sampling.  Data yang dikumpulkan melalui wawancara terstruktur. Dari situ ditemukan fluktuasi yang tinggi dalam bidang pemasaran, saluran pemasaran, distribusi pembelian benih lily dan lain-lain.

Pendahuluan

Dunia tak pernah lepas dari masalah lingkungan dan kesehatan yang semakin membahayakan, saat ini banyak orang yang lebih berminat untuk kembali ke alam dengan menggunakan obat-obatan herbal yang tidak memiliki efek samping dibanding obat-obat yang biasanya yang memiliki harga cenderung lebih mahal.

WHO memperkirakan 80% dari penduduk di negara-negara bergantung pada obat-obatan tradisional  yang berguna untuk kesehatan mereka.  Total pasar global untuk sistem ini hanya bergantuk pada produk herbal utnuk perawatan. Total pasar global untuk tanaman obat bernilai sekitar 150 milyar dolar dan di India hanya 1,3 milyar dolar (0,9%).

Metodologi Penelitian

-          Pemilihan daerah studi

Pemilihan daerah studi dalam penelitian ini diambil di negara bagian Tamil Nadu karena di negara tersebut tanaman lily yang dapat dijadikan obat dapat berkembang dengan sangat luas.

-          Pemilihan petani

Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling acak.  Teknik ini digunakan untuk memilih para petani untuk mengolah tanaman yang akan menjadi obat nantinya. 100 petani dipilih secara acak dari masing-masing desa yang diambil secara acak. Presentase digunakan untuk menganalisis perbandingan sederhana.

-          Saluran pemasaran

Saluran pemasarannya adalah umbi-umbian dan biji yang telah diidentifikasi.  Umbinya adalah bahan untuk menyebarkan lily.  Peneliti lebih cenderung memilih umbi dibanding menggunakan benih. Karena bila menggunakan benih, biit lily dapat tumbuh dengan jangka waktu yang lama.

-          Metode fiksasi harga

Para responden mengadopsi dua praktek utama yaitu negoisasi dengan eksportir atau petani menentukan harga dari broker.

-          Manajemen pasca panen

Polong matang dipanen secara manual dengan menggunakan sinar matahari selama 1 minggu.  Biji bunga lily dipisahkan dari polong dengan memukul-memukulnya dengan tongkat. Teratai bunga lily tersebut dengan mudah dapat dipisahkan sehingga menjadi polong kering.  Selanjutnya, beih tersebar di lantai semen. Benih dikeringkan dengan kelembaban konten turun ke 10-12 %. Sebagian dari petani mengikuti manajemen pasca panen. Para petani tidak mengalami kesulitan dalam menemukan cukup ruang utnuk pengeringan biji teratai lily selama musim puncak manajemen. Masalah ini dapat diperparah bila hujan turun setiap harinya. Ini menjadi sangat sulit menjadikan biji menjadi kering dengan berbagai tahap. Jika biji itu tidak benar-benar kering, maka biji tersebut akan berubah warna menjadi hitam dan itu menyebabkan kualitas biji lily berkurang.

-          Metode transportasi

Polong dipanen dan diangkut ke lantai oleh buruh. Benih kering diangkut dari eksportir atau broker ke gudang oleh petani.

-          Sumber informasi pasar untuk tanaman lily

Sumber untuk mendapatkan informasi pemasaran terkait dengan skor 2,51 dari 3,00 diikuti oleh broker (2,10), pedagang lokal (1,56), eksportir (0,90), masukan dealer (0,75), sumber universitas (0,20) dan internet (0,09), sedangkar sumber-sumber seperti personil ekstensi, emdia cetak, televisi dan radio tidak dianggap sama sekali sebagai sumber informasi pasar.

Kesimpulan

Dari penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa eksportir adalah kunci informasi pemasaran kepada orang lain. Mereka mungkin tidak memberikan informasi-informasi yang akurat kepada petani karena kepentingan mereka mondar-mandir memaksimalkan keuntungan dan tidak memberikan kesempatan untuk orang lain memasuki pedagangan.

Referensi

Natesh, S. and Ram. H.Y. 1999. An update of Green Medicine, J. Indian Bot. Soc., 78: 13-23.

Leave a Comment

Older Posts »
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.