The most inspiration novel that I ever read !

Hafalan shalat Delisha..


Yap. Pertama kalinya saya membaca sebuah novel yang berjudul seperti itu. Hal pertama di benak saya tetang novel itu adalah tentang agama islam dan mengandung beberapa ayat Al-Quran yang menjemukkan. Namun saya salah ketika saya sudah selesai membacanya.
Malam itu, setelah membaca novel yang berceritakan kisah anak perempuan yang cantik beruur 6 tahun bernama Delisha saya pun meneteskan air mata dan segera melaksanakan ibadah shalat Isya untuk mengucap banyak syukur atas apa yang telah saya dapatkan.
Novel paling bagus. Ya hanya itu yang saya bisa gambarkan untuk mendeskripsikan 1 novel yang saya pinjam dari seorang teman. Tak begitu menonjolkan sisi keagamaan. Dan tidak membosankan. Gaya bahasa yang dipakai dalam novel itu pun tak se’berat’ bila dibanding dengan kebanyakan novel islamis lainnya.


Hafalan shalat Delisha sudah banyak dibaca oleh orang-orang dengan berbagai profesi. Bahkan salah satu dari mereka mengatakan 6 jempol untuk sang penulis. Begitu cerdas menyampaikkan setiap kata kepada para pembaca. Begitu ringan namun begitu mengharukan :)


Banyak hikmah yang saya petil setelah membaca novel ini. Saya jadi tahu bahwa Allah menciptakkan segala cobaan karena DIA sayang dan tahu kita bisa melewati segala cobaan dengan baik. Sosok Delisha dalam novel itu pun telah mengajarkan saya untuk selalu bersyukur atas apa yang saya dapatkan. Baik itu adalah hal baik ataupun hal buruk. Delisha yang selalu tersenyum menghadapi segala cobaan nya membuat saya mengerti di luar sana banyak orang yang jauh lebih menderita dibanding saya. Dan saya harus bisa tetap ceria dalam keadaan apapun, karena akan selalu ada Allah bila kita terus mengingat-Nya.
Hafalan shalat Delisha ini bercerita tentang seorang anak perempuan polos berumur 6 tahun yang ingin menghafal bacaan shalat untuk menyempurnakan ibadahnya kepada Allah SWT. Dia pun mempunyai keluarga yang saleh. Abi nya adalah seorang pekerja minyak yang sering berpergian ke satu negara ke negara lain, dan hanya pulang sekitar beberapa bulan sekali. Umi nya adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang menjadi penjahit untuk orang-orang sekitar rumahnya. Delisha mempunyai 3 kakak perempuan yang sangat saleh. Kak Fatimah, Kak Aisyah dan Kak Zahra. Kak Fatimah adalah kakak tertua sedangkan Kak Aisyah dan Kak Zahra adalah saudara kembar. Keluarga mereka sederhana namun sangat bahagia dengan segala yang mereka punya. Mereka tinggal di sebuah kota kecil nan indah yang bernama Lhok Nga di Aceh.
Sampai suatu saat bencana dasyat menghentam Aceh dan tak terkecuali kota Lhok Nga itu. Tsunami yang sangat besar dan air laut yang melup pun mampu menghancurkan kota Aceh dan sekitarnya hanya dalam beberapa menit saja. Banyak yang meninngal di kota Lhok Nga itu.

Keluarga Delisha adalah salah satunya. Umi serta kakak-kakanya lenyap tersapu oleh derasnya badai tsunami itu. Sedangkan Abi tak berada di kota Aceh ketika bencana itu datang. Dengan keajabain Allah, Delisha gadis cantik itu berhail selamat. Hanya dia yang selamat diantara keluarga nya. Namun Delisha menjadi cacat. Kakinya terpaksa harus diamputasi karena terbentur oleh runtuhan puing-puing bangunan dan pohon-pohonan ketika ia tersangkut oleh hempasan badai tersebut. Delisha sempat sedih karena ia tak bisa lagi bermain dengan teman sebaya nya. Bermain bola tiap sore. Namun secara perlahan dia mengerti akan rencana Tuhan. Dia tak pernah sedih mengingat kakinya sudah tak ada. Bahkan Ia selalu tersenyum ceria ketika Ia boleh meninggalkan rumah sakit. Dengan keceriaan Delisha, Abi pun menjadi semangat menjalani hidup baru nya lagi hanya bersama anak bungsunya itu.
Hari berlalu dan Delisha mendapat kaki palsu dari salah seorang relawan yang menjadi teman kerja sang Abi.
Yaa kurang lebih seperti itu sinopsis novel yang bersifat fiktif tersebut. Ini bukan novel yang berdasarkan kisah nyata, hanya novel biasa yang di tulis oleh penulis yang luar biasa. Dan saya bersyukur pernah membaca novel ini.
Terima Kasih Tere Lye yang telah menulis novel yang sangat menginspirasikan saya untuk selalu bersyukur. Dan terima kasih Allah karena Engkau telah memperkenankan ku membaca novel ini dan terus berusaha mendekatkan diri pada-Mu.

:)

NB : bacalah novel ini dan anda akan mengerti akan arti keikhlasan, kasih sayang dan kesabaran.

Kritik dan saran :
agustina.dwike@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: