the meaning of love :)

banyak arti dari LOVE di muka bumi ini. Tergantung dari bagaimana setiap insan manusia menyikapi nya.

Dalam tulisan ini, saya akan mendefinisakn berbagai makna LOVE dalam kehidupan sendiri dari berbagai sumber.

BINTANG : “Bintang memang tidak bisa mendefinisikan arti cinta tapi kita semua tahulah saat itu sedang terjadi.

Sifat pria saat mereka pertama kali melihat wanita adalah karena fisiknya. Mereka melihat dulu apakah kulitnya halus, payudaranya berisi, tubuhnya langsing atau wajahnya cantik. Sedangkan wanita itu sebaliknya…. mereka mencari sosok pria pemberi.

Mencari sosok pria yang mapan. Sosok pria yang dapat menghidupi keluarganya kelak. Tapi yang lebih utama adalah sifat pria yang mampu menjadi pemimpin dan sedikit mendominasi. Yang dapat melindunginya.

Wanita yang menggoda memang dapat merangsang cinta pria. Tapi itu hanya karena si pria ingin melewatkan malam minggu dengannya (sex). Tidak lebih dari itu! Jadi jika kamu seorang wanita jangan jadi wanita penggoda ya :D

Itulah mengapa ada sebuah kata bijak , Pria itu gampang sekali jatuh cinta sedangkan wanita sebaliknya. Tapi sekali mencintai, wanita akan sulit untuk melupakannya.

Hal  diatas adalah arti cinta pria dan wanita saat pertama kali bertemu / berkenalan, Lalu bagaimana saat mereka menikah, Pria cenderung lebih menyukai seks sedangkan wanita cenderung menginginkan hubungan pernikahan yang harmonis dan intim. Dan pada saat itu kadar jatuh cinta mulai menurun.

Bintang ucapkan selamat jika pernikahan selesai karena maut memisahkan. Tapi bagaimana karena itu cerai. Dengan penyebab yang bermacam-macam seperti selingkuh, tidak cocok dan lain sebagainya. Nah saat putus cintaternyata seorang pria jauh lebih merana daripada wanita.

Intinya!

Sebagai pria idaman wanita :D , bintang sendiri juga tidak tahu bagaimana pria jatuh cinta atau sekedar arti cinta itu sendiri. Namun terkadang cinta pria itu egois dan terlalu banyak berkhayal. Yah mungkin itulah sifat pria dari dulu.

RAISA HAKIM : Banyak orang berbicara tentang masalah ini tapi tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Atau tidak menjelaskan batasan-batasan dan maknanya secara syar’i. Dan kapan seseorang itu keluar dari batasan-batasan tadi. Dan seakan-akan yang menghalangi untuk membahas masalah ini adalah salahnya pemahaman bahwa pembahasan masalah ini berkaitan dengan akhlaq yang rendah dan berkaitan dengan perzinahan, perkataan yang keji. Dan hal ini adalah salah. Tiga perkara ini adalah sesuatu yang berkaitan dengan manusia yang memotivasi untuk menjaga dan mendorong kehormatan dan kemuliaannya. Aku memandang pembicaraan ini yang terpenting adalah batasannya, penyimpangannya, kebaikannya, dan kejelekannya. Tiga kalimat ini ada dalam setiap hati manusia, dan mereka memberi makna dari tiga hal ini sesuai dengan apa yang mereka maknai.

Cinta (Al-Hubb)

Cinta yaitu Al-Widaad yakni kecenderungan hati pada yang dicintai, dan itu termasuk amalan hati, bukan amalan anggota badan/dhahir. Pernikahan itu tidak akan bahagia dan berfaedah kecuali jika ada cinta dan kasih sayang diantara suami-isteri. Dan kuncinya kecintaan adalah pandangan. Oleh karena itu, Rasulullah Sawmenganjurkan pada orang yang meminang untuk melihat pada yang dipinang agar sampai pada kata sepakat dan cinta, seperti telah kami jelaskan dalam bab Kedua.

Sungguh telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Nasa’i dari Mughirah bin Su’bah r.a berkata : “Aku telah meminang seorang wanita”, lalu Rasulullah Sawbertanya kepadaku : “Apakah kamu telah melihatnya ?” Aku berkata : “Belum”, maka beliau bersabda : “Maka lihatlah dia, karena sesungguhnya hal itu pada akhirnya akan lebih menambah kecocokan dan kasih sayang antara kalian berdua”

Sesungguhnya kami tahu bahwa kebanyakan dari orang-orang, lebih-lebih pemuda dan pemudi, mereka takut membicarakan masalah “cinta”, bahkan umumnya mereka mengira pembahasan cinta adalah perkara-perkara yang haram, karena itu mereka merasa menghadapi cinta itu dengan keyakinan dosa dan mereka mengira diri mereka bermaksiat, bahkan salah seorang diantara mereka memandang, bila hatinya condong pada seseorang berarti dia telah berbuat dosa.

Kenyataannya, bahwa di sini banyak sekali kerancuan-kerancuan dalam pemahaman mereka tentang “cinta” dan apa-apa yang tumbuh dari cinta itu, dari hubungan antara laki-laki dan perempuan. Dimana mereka beranggapan bahwa cinta itu suatu maksiat, karena sesungguhnya dia memahami cinta itu dari apa-apa yang dia lihat dari lelaki-lelaki rusak dan perempuan-perempuan rusak yang diantara mereka menegakkan hubungan yang tidak disyariatkan. Mereka saling duduk, bermalam, saling bercanda, saling menari, dan minum-minum, bahkan sampai mereka berzina di bawah semboyan cinta. Mereka mengira bahwa ‘cinta’ tidak ada lain kecuali yang demikian itu. Padahal sebenarnya tidak begitu, tetapi justru sebaliknya.

Sesungguhnya kecenderungan seorang lelaki pada wanita dan kecenderungan wanita pada lelaki itu merupakan syahwat dari syahwat-syahwat yang telah Allah hiaskan pada manusia dalam masalah cinta. Artinya Allah menjadikan di dalam syahwat apa-apa yang menyebabkan hati laki-laki itu cenderung pada wanita, sebagaimana firman Allah Swt :

[“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak,…”] Ali-’Imran : 14

Allah lah yang menghiasi bagi manusia untuk cinta pada syahwat ini, maka manusia mencintainya dengan cinta yang besar, dan sungguh telah tersebut dalam hadits bahwa Nabi Saw bersabda :

[“Diberi rasa cinta padaku dari dunia kalian : wanita dan wangi-wangian dan dijadikan penyejuk mataku dalam sholat”] HR Ahmad, Nasa’i, Hakim dan Baihaqi.

Andaikan tidak ada rasa cinta lelaki pada wanita atau sebaliknya, maka tidak ada pernikahan, tidak ada keturunan dan tidak ada keluarga. Namun, Allah Swt tidaklah menjadikan lelaki cinta pada wanita atau sebaliknya supaya menumbuhkan diantara keduanya hubungan yang diharamkan, tetapi untuk menegakkan hukum-hukum yang disyari’atkan dalam bersuami isteri, sebagaimana tercantum dalam hadits Ibnu Majah, dari Abdullah bin Abbas r.a berkata : telah bersabda Rasulullah Saw:

[“Tidak terlihat dua orang yang saling mencintai, seperti pernikahan”]

Dan agar orang-orang Islam menjauhi jalan-jalan yang rusak atau keji, maka Allah telah menyuruh yang pertama kali agar menundukan pandangan, karena ‘pandangan’ itu kuncinya hati, dan Allah telah haramkan semua sebab-sebab yang mengantarkan pada fitnah, dan kekejian, seperti berduaan dengan orang yang bukan mahramnya, bersenggolan, bersalaman, berciuman antara lelaki dan wanita, karena perkara ini dapat menyebabkan condongnya hati. Maka bila hati telah condong, dia akan sulit sekali menahan jiwa setelah itu, kecuali yang dirahmati Allah Swt.

Bahwa Allah tidak akan menyiksa manusia dalam kecenderungan hatinya. Akan tetapi manusia akan disiksa dengan sebab jika kecenderungan itu diikuti dengan amalan-amalan yang diharamkan. Contohnya : apabila lelaki dan wanita saling pandang memandang atau berduaan atau duduk cerita panjang lebar, lalu cenderunglah hati keduanya dan satu sama lainnya saling mencinta, maka kecondongan ini tidak akan menyebabkan keduanya disiksanya, karena hal itu berkaitan dengan hati, sedang manusia tidak bisa untuk menguasai hatinya. Akan tetapi, keduanya diazab karena apa yang dia lakukan. Dan karena keduanya melakukan sebab-sebab yang menyampaikan pada ‘cinta’, seperti perkara yang telah kami sebutkan. Dan keduanya akan dimintai tajawab, dan akan disiksa juga dari setiap keharaman yang dia perbuat setelah itu.

Adapun cinta yang murni yang dijaga kehormatannya, maka tidak ada dosa padanya, bahkan telah disebutkan olsebagian ulama seperti Imam Suyuthi, bahwa orang yang mencintai seseorang lalu menjaga kehormatan dirinya dan dia menyembunyikan cintanya maka dia diberi pahala, sebagaimana akan dijelaskan dalam ucapan kami dalam bab ‘Rindu’. Dan dalam keadaan yang mutlak, sesungguhnya yang paling selamat yaitu menjauhi semua sebab-sebab yang menjerumuskan hati dalam persekutuan cinta, dan mengantarkan pada bahaya-bahaya yang banyak, namun …..sangat sedikit mereka yang selamat.

TIPS CINTA :

1. Jangan ceritakan ada seorang lelaki yang diam-diam meminati anda, apalagi jika lelaki tersebut adalah teman lama anda atau dia.

2. Membenci ibunya? Cukup dengan menyimpan perasaan itu dlm hati saja. Meskipun si dia yg membuka cerita soal keburukan sang ibu. Jangan cuba-cuba menambah atau mengiyakannya. Bertindak tenang dan tutup mulut. Kalaupun hendak memberi komen, utarakan hal-hal yang positif dan neuteral sahaja.

3. Jangan menceritakan hal kecurangan yang pernah anda lakukan dibelakang dia. Hal ini akan meruntuhkan kepercayaan dia pada diri anda. Juga jangan sesekali memanjangkan cerita kecurangan dia terhadap anda. Tidak mustahil dia
akan mengulanginya.

4. Seiring dengan bertambahnya usia, ‘keperkasaan’ si dia tentu akan mengalami
penurunan. Jangan cuba-cuba membandingkan hal itu dengan masa lalu.

5. Jangan juga menceritakan bahawa sahabat anda mencurangi suaminya. Dia akan berfikir bahawa anda juga akan bertindak demikian. Dia mungkin akan meragui kesetiaan anda ataupun dia akan mengongkong diri anda atas sebab
keselamatan hubungan dia dengan anda.

6. Jangan membuatnya patah semangat terhadap pekerjaan. Jika suatu hari dia mengeluh tentang bosnya yang bermasalah, berdirilah dipihaknya. Sokonglah dia dan bantunya mencari penyelesaian. Jangan terlalu mencampuri permasalahan tersebut. Cukup sekadar mendengar dan memberi pendapat. Dikhuatiri akan memudaratkan sekiranya anda cuba untuk masuk campur secara keterlaluan.

7. Bercerai adalah perkataan yang paling harus dihindari, walaupun anda benar-benar bertengkar hebat. Jika anda benar-benar tidak mahu berpisah darinya, buang kata-kata itu jauh-jauh.

8. Jika anda mempunyai pendapatan yang lebih besar darinya, jangan pernah menyinggung hal tersebut, apatah lagi menjadikan ia sebagai punca masalah.

9. Ghairah hidup anda tiba-tiba meningkat kerana bertemu dengan seorang teman lama atau seorang teman yang membuka hati anda. Jangan sesekali menceritakan hal ini pada pasangan anda. Biarkan hal itu berlalu dan anda nikmati sendiri tanpa melampaui batasan tatasusila. Yang penting, anda tidak akan merosakkan hubungan dengan pasangan hanya dengan keseronokan
sementara.

Begitu banyak arti cinta yang didefinisikan oleh berbagai pihak. Namun dari perbedaan makna arti cinta tersebut sama-sama memiliki makna menyayangi satu sama lain.

Dan bagi saya,

DWIKE : Cinta itu adalah perasaan tulus seseorang dari dalam lubuk hati yang tak pernah pandang latar belakang dari seseorang yang di cintainya, tak pernah tahu apa alasan mengapa cinta itu ada, tak dapat mendefinisikan apa arti cinta sesungguhnya,namun memiliki tujuan yang sama. Yaitu sama-sama ingin melindungi sesorang yang kita cinta dengan cara yang benar. Melepaskan orang itu bila tak bahagia dengan kita dan bias mengikhlaskan melepas dia untuk kebahagiaan nya. Dan berusaha menjaga seseorang itu bila dia masih disamping kita.

Allah telah menciptakan manusia berpasang-pasangan. Jadi, jangan pernah takut untuk melepaskan seseorang yahng kita sayang demi kebahagiaannya, karena suatu saat akan ada cinta yang indah di tempat dan di waktu yang pas dan dengan orang yang terbaik :)

Ya begitu lah beberapa definisi tentang LOVE yang ada disekitar kita. Mungkin bagi anda yang telah yang membaca artikel ini mempunyai arti tersendiri untuk cinta yang sedang di rasakannya saat ini.

Bila ada saran, masukan dan kritik dapat dikirimkan melalui :

agustina.dwike@yahoo.com

RESENSI yang saya ambil yaitu dari :

http://blogbintang.com/arti-cinta-pria

http://raisahakim.com/arti-cinta-rindu-dan-cemburu-dalam-islam/

http://memorycinta.blogspot.com/2007/02/tips-cinta.html

I LOVE YOU ALL :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: