Menyontek suatu kebiasaan atau kebudayaan?

Mungkin di sebagian besar kalangan pelajar di hampir semua sekolah dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas bahkan sampai jenjang universitas, ‘MENYONTEK’ bukanlah hal biasa lagi . Menyontek sudah menjadi suatu kebiasaan yang sering dilakukan oleh semua orang . Terlalu banyak alasan mengapa mereka menyontek .

Banyak taktik yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dari teman dlam ujian atau sedang kuis . Mulai dari membuka buku dikolong meja atau menggunakan sandi-sandi khusus agar tidak ketahuan oleh guru atau pengawasnya . Banyak siswa yang sudah handal dalam hal menyontek .

Sebetulnya ada akibat negatif dari menyontek daripada akibat positifnya . pelajar jadi malas untuk berusaha dan belajar giat untuk mendapatkan nilai yang memuaskan . Mereka hanya ingin praktis mendapatkan jawaban dari setiap soal tanpa tahu apakah jawaban itu benar atau salah . mungkin para guru atau para orang tua juga sudah lelah memberitahu apa dampak jeleknya menyontek, namun nasihat itu jarang sekali didengar atau ditanggapi secara serius oleh mereka .

Kita akan lebih puas mendapatkan nilai dengan kerja sendiri walaupun dengan nilai yang apa adanya dibandingkan dengan hasil menyontek . karena bila kita mengerjakan soal itu sendiri kita akan hafal secara tidak langsung jawaban itu dibandingkan dengan menyontek yang hanya akan sekedar lewat di dalam pikiran kita .

Ayo hilangkanlah kebiasaan menyontek mulai dari dini karena itu akan menghasilkan dampak yang besar dikemudian harinya .

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: