Behind of tears !

cryTangisan adalah sebuah ekspresi naluriah yang dimiliki oleh setiap manusia. Saya pikir semua orang pasti pernah menangis. Setidaknya saat pertama kali datang ke dunia ini. Tangisan adalah kemampuan dasar yang dimiliki oleh manusia. Saya pikir, menangis itu bukanlah sebuah keburukan. Ya, selama kita menempatkannya secara proporsional (tepat). Tangisan bisa terjadi dimana saja, pada waktu kapan saja. Sebenarnya tangisan adalah sebuah anugerah indah yang diberikan oleh Tuhan kepada kita.

Tuhan itu menyukai perbedaan. Oleh karena itulah Dia menciptakan manusia dengan DNA yang berbeda pula. Kita berasal dari berbagai suku bangsa, agama, dan kultur yang berbeda. Bahkan sidik jari kitapun tidak akan pernah sama. Tapi Tuhan memberikan sensor yang luar biasa kepada kita. Sehingga kita bisa merasakan apa yang orang lain sedang alami. Hati dan perasaan. Secara naluriah, kita memiliki rasa empati. Sehingga kita bisa mengetahui seseorang sedang sedih, senang, cemas, gelisah, bimbang, dan berbagai rasa emosi lainnya. Dengan sensor hati inilah, Tuhan memberikan kemampuan kepada kita untuk dapat saling mengenal, saling memahami, dan saling toleran.

Saya rasa, sebuah tangisan bukanlah sebuah simbol kelemahan. Tapi itu adalah ciri sensitifitas seseorang. Itu bukan suatu hal yang buruk. Yang diperlukan bukanlah membenci diri yang mudah menangis, tetapi bagaimana kemudian menjadikan sebuah tangisan itu menjadi power. Menjadi sebuah pijakan untuk melakukan sebuah problem solving. Bila mau jujur, bukankah kita ini memang lemah?Manusia memang diberikan kelemahan, agar kita bisa saling membantu, dan berusaha untuk kuat.

Bila Anda merasa harus menangis, maka menangislah. Lalu segeralah bangkit, dan lakukan sebuah langkah untuk melakukan problem solving dengan sabar. Ingatlah, dengan sabar dan ikhlas. Jangan pernah Anda merasa sendirian. Karena Tuhan, akan selalu bersama Anda. Dimanapun, dan kapanpun Anda menangis. Ingat, Tuhan itu tidak tidur. Tuhan itu tidak bisu kawan.

http://filsafat.kompasiana.com/2010/05/28/dibalik-makna-sebuah-tangisan/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: