Alfred Riedl, great coach for Indonesia

Alfred RiedlAlfred Riedl (lahir di Wina, Austria, 2 November 1949; umur 61 tahun) adalah seorang pelatih sepak bola dan mantan penyerang asal Austria. Sejak April 2010, ia resmi dikontrak oleh PSSI selama 2 tahun untuk bertugas sebagai Pelatih Timnas Indonesia.

Karier Klub

Alfred Riedl mengawali karier sebagai pemain sepak bola di klub lokal Austria yaitu FK Austria Wien dan kemudian ia memutuskan untuk meninggalkan Austria untuk bermain di klub Belgia Sint-Truiden pada usia ke 22 tahun. Setelah itu ia bermain selama 8 musim dalam Jupiler League (2 musim dengan Sint-Truiden, 2 musim dengan Royal Antwerp dan 4 musim bersama Standard Liège), kemudian Riedl sempat menikmati bermain untuk FC Metz di Perancis. Dia kembali ke Austria setelah setengah musim untuk bermain di Grazer AK dan kemudian bermain untuk Wiener Sportclub dan VfB Admira Wacker Mödling. Dia menyelesaikan musim dengan gemilang setelah meraih dua kali gelar sebagai pencetak gol terbanyak di Jupiler League.

Karier Internasional

Alfred Riedl telah 4 kali bermain untuk Timnas Austria, dan membuat debutnya pada bulan April 1975 melawan Timnas Hungaria.

Karier Kepelatihan

Pelatih Klub

Karier kepelatihan Riedl di klub diawali dengan melatih klub asal Maroko yaitu Olympique Khouribga pada tahun 1993-1994, setelah itu ia melatih klub asal Mesir Al-Zamalek tahun 1994-1995, kemudian Al Salmiya klub asal Kuwait, tahun 2001-03.

Pelatih Tim Nasional

Riedl mengawali karier sebagai pelatih ketika ia ditunjuk untuk menangani Austria pada tahun 1990-1992 , lalu Liechtenstein tahun 1997-1998, Palestina tahun 2004-05, Vietnamtahun (1998-2001, 2003-04, 2005-2007), dan Laos (2009). Pada Piala Asia AFC 2007, ketika ia melatih Vietnam dan mengantarkan kemenangan 2-0 atas UEA dan membantu tim Vietnam untuk bisa lolos sampai ke perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah negara itu. Sayangnya, pada akhir tahun 2007, setelah kinerjanya dianggap buruk pada ajang SEA Games 2007, dia pun dipecat dan digantikan oleh pelatih Henrique Calisto dari Portugal. Pada Oktober 2008, ia kembali ke Vietnam sebagai pelatih klub Xi Mang Hai Phong FC. Namun ia hanya bertahan 3 pertandingan saja karena kinerja yang dianggap buruk, dia pun diberhentikan. Pada tanggal 9 Juli 2009, ia menandatangani kontrak sebagai pelatih kepala Laos, kontrak berjalan dua tahun. Pada tanggal 4 Mei 2010, Ketika dalam perjalanan ke Austria Alfred Riedl dihubungi dan kemudian ditunjuk sebagai pelatih baru dari Timnas Indonesia untuk melatih tim senior dan tim U-23.Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengatakan melalui website mereka pada hari Selasa, bahwa Riedl akan resmi memulai pekerjaan barunya pada akhir pekan ini. Sebagai pelatih Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2010, Riedl dibantu oleh 2 asisten pelatih yaitu Wolfgang Pikal dan Widodo Cahyono Putro.

Alfred Riedel terkenal karena jarangnya Ia senyum ketika pemainnya berhasil menggolkan ke gawang lawan. Inilah yang membuat para supporter Indonesia penasaran. Dan saya menemukan alesan mengapa Alfred Riedl tersenyum. Check this out :

Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, dikenal sebagai pria ‘dingin’ yang hampir tidak pernah tersenyum selama pertandingan berlangsung, bahkan ketika timnya mencetak angka sekalipun.

Hal ini mungkin membuat sebagian orang bertanya-tanya, apakah memang pria asal Austria ini adalah sosok yang dingin, galak dan tidak punya rasa humor maupun kebahagiaan. Namun ternyata, ada alasan dibalik perilaku ‘nyeleneh’ Riedl tersebut.

Ketika masih melatih timnas Vietnam, tepatnya tahun 2007 silam, Riedl divonis menderita penyakit ginjal akut. Sedemikian parahnya penyakit tersebut, sehingga dokter menyarankan dirinya untuk melakukan transplantasi ginjal. Ketika berita ini meluas di negara tersebut, sebanyak 80 pendukung tim nasional Vietnam menawarkan diri menjadi donor ginjal bagi Riedl. Akhirnya terpilih salah satu dari ke 80 orang tersebut untuk menyumbangkan ginjalnya kepada Riedl. Hal itu membuat Riedl kembali sehat seperti sediakala hingga sekarang.

Tindakan tersebut dilakukan sebagai ungkapan terima kasih karena Riedl dianggap sebagai pelatih yang berhasil mendongkrak prestasi sepakbola Vietnam sedemikian rupa di kancah Asia.

Riedl sangat terkesan dengan kejadian tersebut sehingga dia selalu merasa berhutang budi kepada suporter sepakbola manapun. Maka, setiap timnya menyarangkan gol ke gawang lawan, Riedl hampir tak pernah melakukan selebrasi. Hal itu dilakukannya untuk menjaga perasaan para suporter sepakbola.

Ternyata dibalik tampang dingin dan galaknya, Riedl adalah pria yang lembut hati yang mudah tersentuh. Pada dasarnya ia memang pribadi yang baik. Tak pernah ia menghina atau mengatakan hal yang arogan terhadap tim yang akan dilawannya. Malah sebaliknya, ia selalu merendah dan tidak meninggikan timnya sendiri. Maka kembali teringat pepatah kuno yang terkenal : ‘Don’t judge the book by it’s cover’.

Inilah beberapa foto bila Alfred Rudl tersenyum :

Alfred Riedl

Alfred Riedl

http://id.wikipedia.org/wiki/Alfred_Riedl

http://gugling.com/alasan-alfred-riedl-jarang-tersenyum.html

4 Comments »

  1. johnny said

    i like it

  2. james said

    cool

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: