kasus prita dan demokrasi ‘semu’

Malang nian nasib Prita Mulyasari, ibu rumah tangga, pasien RS Omni International Tangerang. Sudah tiga pekan, ia mendekap di balik jeruji besi dan terpisah dari 2 anaknya yang balita.

Ibu prita bukan seorang, gembong narkoba, ‘messenger’ narkoba, ataupun pencuri. Hanya karena emailnya yang berisi ‘keluhan’ tentang RS omni di sebuah mailist, akhirnya ia terjebak pada nasibnya yang sekarang ini.

RS Omni melalui kuasa hukumnya, telah menuduh ibu berjilbab ini melakukan pencemaran nama baik, dan karenanya ia dipenjara, dan harus membayar denda ratusan juta rupiah.

Banyak pihak yang prihatin (termasuk saya), dan mencerca polisi serta pengadilan atas nasib yang menimpa Ibu prita. Pihak ini mengatasnamakan demokrasi dan ruang publik yang terkoyak, menanggapi kasus ini.

Sementara pihak RS dan kuasa hukumnya berpegangan pada Undang-Undang informasi dan transaksi elektroni (UU ITE), yang memuat perlindungan terhadap obyek yang merasa dihina atau dicemarkan nama baiknya oleh informasi elektronik (pasal 27 ayat 3).

Dalam kerangka hukum, tindakan Ibu prita jika di ‘head-to-head’ kan dengan UU ITE memang menemui kebenaran. Namun ada juga sejumlah kalangan yang mengatakan kasus ini seharusnya berpijak di ranah perdata, bukan pidana.

Namun dalam kerangka demokrasi, langkah pengadilan, polisi, dan RS Omni International dengan memenjarakan Ibu prita, sudah melewati koridor!.

Bayangkan..betapa Ibu prita tidak pernah memikirkan bahwa ‘curhat’ nya lewat dunia maya telah mengubah nasibnya menjadi pesakitan. Ibu prita bukan distributor video porno yang telah merencanakan distribusi ‘curhat’nya dengan profesional. Ibu prita bukan politisi yang doyan mengumbar ‘black campaign’. Bukan pula ‘redaktur’ harian kriminal yang gemar memunculkan kata-kata bombastis dalam tiap tulisannya. dan tentu saja, ibu prita bukan capres-cawapres yang pekan belakangan ini suka saling sindir dan mengkritik kompetitornya.(hell ya…mreka saja tidak pernah kena tulah!knapa Ibu prita???)

Ibu prita hanyalah ibu rumah tangga biasa yang mengeluhkan pelayanan RS Omni International karena dinilainya telah ‘merugikan’ dirinya.

Siapa yang kelewat angkuh..Siapa yang kelewat naif…dan Siapa yang kelewat tidak punya pikiran ‘jernih’…biarlah nanti waktu yang menjawab.

Bahwa kasus ibu prita mengancam demokrasi, bagi saya, adalah iya. Dengan kasus ini, pengguna dunia maya tentu saja was-was akan apa saja yang ditulisnya. Bagaimanapun juga, dunia maya adalah bagian dari ruang publik, yang juga merupakan pilar demokrasi (saya juga tidak rela negeri kita menjadi seperti negeri tetangga yang sgala tindak tanduk WNnya diawasi..dan gemar ‘mengganggu’ kedaulatan negara tetangga).

Bahwa UU ITE pasal 27 ayat 3 berpotensi mengikis kebebasan berpendapat, bagi saya, juga iya. Sebelumnya kawan-kawan dari berbagai elemen juga sempat menentang unsur yang terkandung dalam pasal ini. Betapa pasal ini memberi peluang kepada mereka yang berkuasa dan beruang namun tak suka dikritik!. Bagaimanapun…kritik (dalam nuansa membangun) juga nafas demokrasi. Karena dalam demokrasi tiap ‘suara’ manusia dijamin keberadaannya, dan sebagaimana hukum alam…sgala sesuatunya ada yang positif dan negatif.

Jika para pemimpin negeri serius membangun kehidupan demokrasi yang mapan di negeri ini, seharusnya kasus Ibu prita bisa dijadikan ‘cambuk’ bagi keseriusan mereka. Tak ada demokrasi ‘semu’ atau demokrasi pura-pura, seperti yang terjadi di negeri sebelah, dalam demokrasi.

Demokrasi perlu kebesaran hati.

Semoga kasus Ibu prita ini tidak dijadikan momentum ‘drama’ bagi kontestan pilpres.(ouwh..atau memang sudah???)

http://nurinasavitri.multiply.com/journal/item/15

4 Comments »

  1. It is really rare to find an experienced person in whom you can have some confidence. In the world in the present day, nobody definitely cares about showing others exactly how in this issue. How blessed I am to have definitely found such a wonderful web site as this. It is really people like you exactly who make a genuine difference nowadays through the strategies they share.

  2. kathy said

    your good

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: