TUGAS METODE RISET 2

JURNAL I

Tema : Pengaruh harga terhadap konsumen

Judul : Pengaruh kualitas pelayanan dan harga terhadap kepuasan konsumen pelanggan ESIA di wilayah Jakarta Selatan

Pengarang : Yeti Desmiati

Latar Belakang :

Jumlah pelanggan seluler yang semakin lama semakin meningkat membuat bisnis seluler di Indonesia diramalkan akan menjadi bisnis yang menjanjikan. PT. BAKRIE Telcom mengadopsikan teknologi CDMA yang memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan sebelumnya E-TDMA. Dengan teknologi baru, perusahaan tsb meluncurkan 1 produk yang bernama ESIA.

Berbagai kegiatan promosi diarahkan tidak saja pada upaya peningkatan jumlah pelanggan tetapi juga untuk menggeser paradigma melalui distruptive innovations yang terus menerus. Sa;ah satu distruptive innovations dengn dampak paling besar adalah pergeseran pola pikir pelanggan dari “pulsa” ke “talktime” sebagai acuan untuk menghitung biaya.

Masalah :

Apakah ada pengaruh tingkatan harga dalam kepuasaan serta loyalitas konsumen?

Tujuan Penelitian :

Kualitas produk untuk kepuasan pelanggan serta tingkat harga dalam kepuasaan konsumen.

Metodologi Penelitian :

Metode penelitian yng digunakan adalah metode survei untuk menemukan suatu model pengaruh dari tiga variabel penelitian yakni variable terikat atau depedent kepuasan pelanggan, variable bebas atau independent kualitas pelayanan dan harga.

Teknik pengumpulan sampel dalam tuisan ini adalah teknik pengambilan sampel aksidental yaitu penentuan sampel berdasarkan kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang ditemui kebetulan cocok sebagai sumber data. Dengan memakai populasi terjangkau dari pelanggan ESIA di wilayah Jakarta Selatan dan jumalh yang terrjangkau ditetapkan 100 responden.

Teknik pengumpulan data :

Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen yang disusun sebagai kusioner yang diisi para responden. Sedangkan kisi-kisi kuisoner disusun berdasarkan indikator yang berasal dari konstruk yang dijelaskan dalam penelitian. Pengukuran yang dilakukan agar menjadi data yang kuantitatif adalah dengan menggunakan skala likert dengan perujuk pada empat jawaban alternantif yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju dengan bobot nilai 4,3,2,1.

Variabel kepuasaan konsumen (Y)

Kepuasan pelanggan merupakan dampak dari perbandingan antara harapan pelanggan sebelum pembelian dengan yang sesungguhnya diperoleh dari kartu ESIA yang dibelinya tersebut. Ats dasar konstruk tersebut dapat dibatasi indikator dari kepuasan pelanggan adalah: (a) tangible (b) responsiveness (ketanggapan)  (c) assurance (keyakinan) (d) emphaty (empati).

Variabel kualitas pelayanan (X1)

Kualitas pelayanan adalah sejuah mana jasa memenuhi spesifikasi-spesifikasinya. Kualitas pelayanan merupakan berpaduan antara sifat dan karakteristik yang menentukan sejauh mana dapat memenuhi persyaratan kebutuhan pelanggan. Atas dasar konstruk tersebut dapat dibatasi indikator kualitas pelayanan adalah (a) performance (daya guna) (b) realibility (kehandalan) (c) features (keistimewaan) (d) durability (daya pakai).

Variabel harga (X2)

Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat dari memiliki atau menggunakan layanan yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual oleh tawar-menawar atau yang ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap sesama pembeli. Atas dasar konstruk tersebut dapat dibatasi indikator dari harga adalah (a) harga dasar/harga yang ditawarkan (b) diskon (c) bonus.

Teknik analisa data :

Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan perhitungan SPSS (Statistical Product Service and Solution).

Analisa :

Pengembangan kualitas perlu menjadi perhatian manajemen provider melalui program pelatihan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga setelah dilakukan program tersebut dapat tercipta kepuasan pelanggan yang tinggi.

Implikasi :

  1. Memperhatikan hasil penelitian tersebut, tampaknya akan menjadi suatu masalah yang serius bagi provider untuk meningkatan kepuasan konsumen apabila hanya menggunakan pada variabel kualitas pelayanan terutama apabila dilakukan secara parsial
  2. Tetapi tidak berarti tidak diperlukan peninjauan kembali pada kualitas pelayanan dan harga. perbaikan secara bersama-sama ternyata juga masih kurang memberikan kontribusi yang memadai.
  3. Dari kesimpulan diatas memberikan peluang pada provider untuk mengembangkan penelitian yang luas untuk mencari faktor lain yang diperkirakan mempunyai pengaruh yang lebih kuat terhadap kepuasan pelanggan.
JURNAL II

Tema : Pengaruh harga terhadap konsumen

Judul : ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN BERDASARKAN TINGKAT PELAYANAN DAN

HARGA KAMAR

Pengarang : Indah Pratiwi, Jurusan Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Latar belakang :

Kualitas merupakan faktor dasar yang dapat mempengaruhi pilihan konsumen untuk berbagai jenis jasa yang berkembang saat ini dan telah menjadi satu-satunya faktor dalam keberhasilan dan pertumbuhan suatu organisasi. Kualitas pelayanan bukanlah masalah dalam mengontrol kualitas yang akan datang saja, akan tetapi merupakan pencegahan terjadinya kualitas yang jelek sejak awal.

Konsumen menghendaki pelayanan yang diterima cepat dan baik, dan itu merupakan nilai peningkatan kualitas pelayanan. Tiap konsumen mempunyai tingkat kepuasan yang berbeda, ini merupakan indikator yang baik untuk mengukur tingkat kualitas produk atau pelayanan yang mereka terima.

Perumusan Masalah :

Seberapa besar kepuasan konsumen dan pengaruh tingkat pelayanan dan harga kamar terhadap tingkat kepuasan konsumen dalam menggunakan jasa Hotel Istana?

Tujuan Penilitian :

Untuk dapat mengetahui seberapa besarkah kepuasan yang dirasakan oleh pelanggan berdasarkan tingkat harga kamar dan tingkat kualitas pelayanan yang dirasakan pelanggan

Metodologi Penelitian :

Dasar Teori

Jasa adalah setiap kegiatan yang ditawarkan oleh suatu pihak pada pihak lain dan dasarnya tidak berwujud, serta tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. Proses produksinya mungkin juga tidak dikaitkan dengan suatu produk fisik (Kottler, 1995:96).

Jasa memiliki karakteristik utama yang membedakanya dengan barang, yaitu,

(Kotler, 1997 : 84) :

1. Intangibility ( tidak berwujud )

2. Inseparability ( tidak dapat dipisahkan ).

3. Variability ( berubah – ubah )

4. Perishability ( daya tahan )

Kualitas Jasa, terdiri dari lima pokok, yaitu :

a. Relliability,: kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera,

akurat dan memuaskan.

b. Tangibles, meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai dan sarana komunikasi.

c. Responsiveness, keinginan staf untuk membentuk pelanggan dan memberikan pelayanan dengan tanggap.

d. Assurance, mencakup pengetahuan, kemampuan, kesopanan dan dapat dipercaya yang dimiliki para staf bebas dari bahaya, resiko atau keragu – raguan.

e. Emphaty, meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang baik, perhatian pribadi dan memahami kebutuhan pelanggan.

Kepuasan Konsumen dengan Jasa Hotel

Hotel sebagai perusahaan jasa akomodasi juga melaksanakan aktivitas manajemen pemasaran dalam usaha mendapatkan tamu, dan mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Kepuasan konsumen merupakan faktor dasar yang menentukan proses pembelian selanjutnya. Kotler (1997) bahwa kepuasan dan ketidakpuasan konsumen terhadap jasa yang dikonsumsi akan mempengaruhi tingkah laku konsumen selanjutnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen, adalah : mutu produk dan pelayanan, kegiatan penjualan, pelayanan setelah penjualandan nilai-nilai perusahaan. Kualitas pelayanan penginapan, merupakan kesatuan daritiga unsur, yaitu: produk, perilaku atau sikap, suasana lingkungan.

Hubungan antara kualitas pelayanan penginapan dengan kepuasan konsumen

Kepuasan dapat diartikan sebagai suatu keadaan dalam diri seseorang, dimana ia telah berhasil mendapatkan sesuatu yang menjadi kebutuhan-kebutuhan dan keinginankeinginannya, maka dari itu untuk memberikan kepuasan kepada tamu adalah berusaha mengetahui terlebih dahulu apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh tamu yang akan atau sedang menginap di hotel, adapun beberapa petunjuk yang dapat dijadikan sebagai alat untuk mengidentifikasi kebutuhan dasar manusia yang lazim, antara lain : kebutuhan untuk disambut baik, kebutuhan pelayanan yang tepat waktu, kebutuhan untuk merasa nyaman, kebutuhan akan pelayanan yang rapi, kebutuhan untuk dimengerti, kebutuhan untuk mendapat pertolongan, kebutuhan untuk merasa penting, kebutuhan untuk dihargai, kebutuhan untuk diakui atau diingat dan kebutuhan akan respek.

Analisis

1. Input, meliputi :

a. Tingkat kualitas pelayanan, didapatkan bilangan real sebesar 5,5 yaitu merupakan keanggotaan dari domain himpunan bilangan fuzzy baik [5 8] yang artinya variabel tingkat pelayanan sudah dapat dikatakan baik.

b. Tingkat harga kamar, didapatkan bilangan real sebesar 5,5 yaitu merupakan keanggotaan dari domain himpunan bilangan fuzzy murah [5 8] yang artinya variabel tingkat harga kamar dapat dikatakan murah.

2. Output, hanya ada satu output yaitu : tingkat kepuasan konsumen didapatkan bilangan real sebesar 43,9 yaitu merupakan keanggotaan dari domain himpunan bilangan fuzzy cukup puas [30 60] yang artinya variabel tingkat kepuasan konsumen sudah dapat dikatakan cukup puas yaitu mencapai 43,9.

Kesimpulan

Pengukuran tingkat kepuasan konsumen berdasarkan pada tingkat kualitas pelayanan dan tingkat harga kamar di Hotel Istana, Yogyakarta adalah sebagai berikut:

1. Tingkat kualitas pelayanan sudah dapat dikatakan baik yaitu sebesar 5,5.

2. Tingkat harga kamar dapat dikatakan murah yaitu sebesar 5,5.

3. Tingkat kepuasan konsumen mencapai 43,9.

4. Kedua variabel input (tingkat kualitas pelayanan dan tingkat harga kamar), masing-masing didapatkan bilangan real yang sama yaitu 5,5 yang artinya adalah masing-masing variabel memberikan pengaruh sebesar 55 % terhadap tingkat kepuasan konsumen sebagai outputnya, jadi kedua variabel input harus sama-sama ditingkatkan sehingga akan menjadikan konsumen merasa lebih puas.

JURNAL III

Tema : Pengaruh harga terhadap konsumen

Judul : Pengaruh harga terhadapoembelian sepeda motor YAMAHA

Latar belakang :

Dengan semakin pesatnya industri sepeda motor di Indonesia, sehingga perusahaan harus dapat menentukan strategi pemasaran yang tepat agar usahanya dapat bertahan dan memenangi persaingan. Untuk memperluas pangsa pasar, maka perusahaan harus mampu mengetahui apa yang dibutuhkan atau diharapkan oleh konsumennya. Munculnya banyak distributor sepeda motor sekarang ini, membuat konsumen memperoleh banyak pilihan sebelum memutuskan untuk membeli sepeda motor. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan konsumen sebelum membeli suatu produk.

Tujuan penelitian :

untuk mengetahui pengaruh kualitas produk, harga, dan iklan terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini merupakan penelitian yang berjenis dskriptif, yaitu penelitian yang menggambarkan obyek-obyek yang berhubungan untuk pengambilan keputusan yang bersifat umum.

Metodologi penelitian :

Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang yang membeli sepeda motor Yamaha di ….. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 orang yang membeli sepeda motor Yamaha di … yang diambil secara purposive sampling. Pengumpulan datanya dilakukan dengan menggunakan kuesioner.

Hasil analisis regresi berganda yaitu, Y = 0,330 X1 + 0,277 X2 + 0,365 X3. Variabel independen yang paling berpengaruh terhadap variabel dependen adalah variabel iklan (0,365), diikuti oleh variabel kualitas produk (0,330) dan terakhir adalah variabel harga (0,277). Hasil uji t membuktikan bahwa semua variabel independen (kualitas produk, harga dan iklan) mempunyai pengaruh positif terhadap variabel dependen yaitu keputusan pembelian sepeda motor Yamaha di …, artinya menurut konsumen, ketiga variabel independen tersebut dianggap penting ketika akan membeli sepeda motor Yamaha di …. dan koefisien determinasi (adjusted R2) yang diperoleh sebesar 0,555. Hal ini berarti 55,5% keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel kualitas produk, harga dan iklan, sedangkan sisanya yaitu 44,5% dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Analisa :

Untuk mengetahui berapa besar pengaruh harga terhadap suatu produk (sepeda motor YAMAHA) sebaiknya menggunakan suatu penelitian berjenis dskriptif, yaitu penelitian yang menggambarkan obyek-obyek yang berhubungan untuk pengambilan keputusan yang bersifat umum.

Implikasi :

Penelitian ini menerapkan sistem variable yang menggunakan penelitian bejenis deskriptif

Referensi :

Kotler, Philip, 1995, Managemen Pemasaran : Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan

Pengendalian, Edisi 8, Salemba Empat, Jakarta

Kotler, Philip, 1997, Manajemen Marketing, Ed.2, BPFE, Yogyakarta

Kusumadewi, Sri, 2002, Analisa dan Desain Sistem Fuzzy menggunakan Toolbox Matlab,

Graha Ilmu, Jakarta

Sugiarto, 2001, Teknik Sampling, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: